OVERLOAD: Parkir liar di trotoar jalan protokol Kota Semarang. Pemandangan seperti ini sering dijumpai setiap Minggu pagi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OVERLOAD: Parkir liar di trotoar jalan protokol Kota Semarang. Pemandangan seperti ini sering dijumpai setiap Minggu pagi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OVERLOAD: Parkir liar di trotoar jalan protokol Kota Semarang. Pemandangan seperti ini sering dijumpai setiap Minggu pagi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OVERLOAD: Parkir liar di trotoar jalan protokol Kota Semarang. Pemandangan seperti ini sering dijumpai setiap Minggu pagi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BALAI KOTA – Perparkiran di Kota Semarang hingga kini masih menjadi masalah klasik yang belum tertangani. Mulai dari parkir liar hingga minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) parkir yang masih jauh dari potensi. Belum ada inovasi-inovasi yang dilakukan pemkot untuk menata parkir dan mengoptimalkan PAD. Selama ini, yang dilakukan hanya melakukan razia penertiban parkir liar di sejumlah titik.

Jika melihat dampaknya, tidak cukup efektif. Toh, setelah petugas pergi, para pengendara dan juru parkir (jukir) liar kembali beroperasi lagi. Padahal pertumbuhan kendaraan dan pengunjung di Kota Semarang semakin meningkat. Karena itu, butuh inovasi dan keberanian pemkot untuk membangun kantong-kantong parkir di sejumlah titik yang mobilitas masyarakat atau kendaraannya tinggi.

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) sendiri mengklaim telah mengusulkan pembangunan gedung parkir kepada pemkot. Namun hingga kini belum ditindaklanjuti. ”Sebenarnya itu ada di pemkot keputusannya. Kita hanya sekadar usul. Dan itu sudah kita lakukan,” kata Kepala Dishubkominfo Semarang, Agus Harmunanto, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin (17/1).