Faradina Ilma (Kiri), Eko Siswandoyo (Kanan). (ISTIMEWA)
Faradina Ilma (Kiri), Eko Siswandoyo (Kanan). (ISTIMEWA)
Faradina Ilma (Kiri), Eko Siswandoyo (Kanan). (ISTIMEWA)
Faradina Ilma (Kiri), Eko Siswandoyo (Kanan). (ISTIMEWA)

MUGASSARI – Menghilangnya putri anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Abdul Kholiq, sejak November 2015 lalu hingga kemarin belum ada tanda-tanda ditemukan. Korban Faradina Ilma, 25, sendiri, pergi dari rumah kosnya di Kebonsari Manunggal, Jambangan, Surabaya sejak 21 November 2015 silam.

Gadis yang akrab disapa Fara ini diduga ikut organisasi terlarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Ia tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Provinsi Jatim, yang juga alumnus S2 Fakultas Planologi Universitas Diponegoro (Undip).

Saat koran ini mengonfirmasi ke pihak Polrestabes Semarang apakah diajak berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim untuk mengungkap kasus ini, Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarno mengakui belum mengetahui terkait hilangnya warga Tugurejo Gang 12, Kecamatan Tugu Semarang tersebut. Karena sejauh ini, pihak keluarga korban memang tidak melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Semarang.