KENDAL- Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Prapto Utono, meminta Bupati-Wakil Bupati Kendal terpilih Mirna Annisa-Masrur Masykur untuk memulai melakukan komunikasi dengan legislatif. Hal itu guna merumuskan pembangunan Kendal selama lima tahun ke depan.

Prapto mengatakan, baik Mirna maupun wakilnya Masrur sejauh ini belum membangun komunikasi. Sebab, di Kendal ini banyak persoalan yang harus diselesaikan dengan kerja sama yang baik antara legislatif dan eksekutif. Beberapa persoalan di Kendal yang harus segera ditangani, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan yang dalam periode lalu masih belum terselesaikan. Selain itu, sektor pendidikan dan kesehatan juga harus mendapat perhatian khusus. Juga merumuskan bersama Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Saya kira di Kendal ini banyak persoalan yang sudah siap menanti bupati, jadi kami pikir baik bupati maupun wakilnya harus tahu masalah ini, dan segera bisa merumuskannya,” katanya, Minggu (17/1).

Menurut dia, Perda RTRW sangat berpengaruh terhadap perkembangan Kabupaten Kendal. Sebab, peraturan ini yang akan mengatur ruang pembangunan ke depan. Hal itu mengingat di Kendal ada tiga wilayah geografis. Yakni, wilayah pesisir, pegunungan, dan wilayah dataran bawah.

“Di mana masing-masing wilayah ini memiliki kultur yang berbeda. Jadi, setiap daerah harus benar-benar dirumuskan, dan dikaji ulang atau dilakukan penyesuaian. Sehingga tidak merugikan masyarakatnya,” tandasnya.

Karena itu, Bupati dan Wakil Bupati diminta intensif melakukan komunikasi dengan legislatif. Mengingat pelantikan oleh KPU direncanakan dilaksanakan pada Maret 2016. “Harapan kami, ada tim khusus untuk membahas Kendal ke depan, sebelum akhirnya legislatif maupun eksekutif bekerja,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kendal terpilih, Mirna Annisa, mengaku sudah memulai membangun komunikasi meskipun belum intensif. Hal itu mengingat dirinya belum dilantik, sehingga belum memiliki kewenangan untuk ikut campur dalam urusan eksekutif.

“Kalau komunikasi sudah. Kami sudah komunikasi baik dengan para anggota legislatif maupun pimpinan dewan. Tenanglah, selama lima tahun ke depan hubungan eksekutif dengan legislatif berjalan harmonis. Karena komitmen kami untuk rakyat Kendal,” tegasnya. (bud/aro)