Kuntul ‘Srondol’ Jadi Ikon Kini Mulai Bekurang

Menipisnya Populasi Burung Liar di Tengah Kota

430
JANGAN BIARKAN PUNAH: Sejumlah burung kuntul mencari makan di area tambak di kawasan Semarang Utara. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JANGAN BIARKAN PUNAH: Sejumlah burung kuntul mencari makan di area tambak di kawasan Semarang Utara. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JANGAN BIARKAN PUNAH: Sejumlah burung kuntul mencari makan di area tambak di kawasan Semarang Utara. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JANGAN BIARKAN PUNAH: Sejumlah burung kuntul mencari makan di area tambak di kawasan Semarang Utara. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Populasi burung liar di Kota Semarang semakin “langka” seiring tergusurnya habitat mereka. Ini akibat banyaknya alih fungsi lahan hijau menjadi permukiman dan bangunan lainnya. Hutan kota juga bisa dibilang minim. Jenis-jenis burung liar pun mulai berkurang. Padahal, keberadaan burung-burung tersebut bisa menambah keasrian suatu wilayah.

RATUSAN burung kuntul yang bertengger di sejumlah Pohon Asam Jawa di depan Markas Banteng Raiders Jalan Setiabudi, Srondol, Banyumanik senantiasa menarik perhatian. Burung-burung berbulu putih, berkaki panjang, dan berleher jenjang itu menghuni pohon dengan nama latin Tamarindus indica tersebut.

Tak hanya itu, habitat kuntul tersebut kini telah menjadi salah satu ikon Semarang. Jika kita melintas di bawah deretan pohon tersebut, kita akan dapat melihat burung-burung kuntul itu bersarang serta beranakpinak di sana dan jika sedang “beruntung” kita akan mendapat ceceran kotorannya yang berwarna putih dan beraroma menyengat.

Namun kini populasi kuntul di Pohon Asam Jawa itu semakin berkurang. Menurut catatan dosen arsitektur Fakultas Teknik Undip, Sukawi, di loenpia.net, jika pada akhir 1990-an jumlah kuntul di Banteng Raiders ini mencapai 1.000 ekor, kini yang bertahan kabarnya tinggal 200-an ekor. “Iya, kayaknya kok sekarang kuntulnya semakin sedikit. Dulu setiap hari kotorannya banyak di aspal, sekarang kok nggak lagi,” kata Mila Karmila, warga Banyumanik.