KENDALIKAN HARGA: Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, saat melakukan inspeksi di sejumlah pasar tradisional, kemarin. (Adityo Dwi R/Jawa Pos Radar Semarang)
KENDALIKAN HARGA: Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, saat melakukan inspeksi di sejumlah pasar tradisional, kemarin. (Adityo Dwi R/Jawa Pos Radar Semarang)
KENDALIKAN HARGA: Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, saat melakukan inspeksi di sejumlah pasar tradisional, kemarin. (Adityo Dwi R/Jawa Pos Radar Semarang)
KENDALIKAN HARGA: Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, saat melakukan inspeksi di sejumlah pasar tradisional, kemarin. (Adityo Dwi R/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Usai Natal dan Tahun Baru, sejumlah bahan makanan di pasar-pasar tradisional telah turun atau kembali normal. Namun begitu, sebagian masih tetap bertahan di harga tinggi, sama seperti harga pada jelang Natal dan Tahun Baru.

Beberapa komoditas yang masih bertahan dengan harga tinggi di antaranya daging ayam negeri. Menurut Kusminah, salah seorang pedagang di Pasar Johar, sebelum tahun baru, harga ayam negeri per ekor Rp 27 ribu, kemudian naik menjadi Rp 37 ribu, dan bertahan hingga saat ini. Kemudian bawang merah dari yang sebelumnya per kilogram Rp 23 ribu saat ini mencapai Rp 27 ribu.

Sedangkan harga daging sapi cenderung stabil. Untuk daging sapi nomer 1 per kilogram Rp 90 ribu, nomer 2 antara Rp 80-85 ribu. “Kalau daging sapi naiknya setahun hanya sekali jelang lebaran,”ujar pedagang daging, Sri Wahyuni.