Tarif Angkutan Turun 5 Persen

128
TARIF TETAP: Sejumlah armada angkutan kota diparkir di kawasan Kota Lama, Semarang. Meski harga BBM turun, pengusaha angkutan umum belum menurunkan tarif. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TARIF TETAP: Sejumlah armada angkutan kota diparkir di kawasan Kota Lama, Semarang. Meski harga BBM turun, pengusaha angkutan umum belum menurunkan tarif. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Semarang intruksikan agar seluruh awak angkutan umum menerapkan tarif yang sudah ditentukan pemerintah per Jumat (15/1) hari ini. Jika diketahui ada awak angkutan umum yang mbandel tidak mau menerapkan tarif sesuai anturan akan diberi sanksi pembinaan.

Ketua Organda Kabupaten Semarang, Hadi Mustofa mengatakan, masalah tarif sudah dilakukan pembahasan Rabu (13/1) lalu bersama dengan Dishubkominfo Kabupaten Semarang. Dalam pembahasan tersebut tarif angkutan turun 5 persen dari tarif lama. Hal itu dilakukan pasca diturunkannya harga bahan bakar minyak (BBM) per Selasa (5/1) pukul 00.00 lalu.

“Prinsipnya kami mendukung keputusan pemerintah, dan sudah kami sampaikan kepada anggota. Tarif baru mulai berlaku besok (Jumat hari ini, Red). Jika masih ada yang menerapkan tarif lama kami pengurus akan menyerahkan pada Dishubkominfo untuk memberikan pembinaan pada mereka yang tidak patuh,” ungkapnya, Kamis (14/1) kemarin.

Hadi juga berharap para awak angkutan memasang pengumuman tarif baru tersebut pada kendaraannya. “Sehingga masyarakat tahu berapa tarif angkutan yang sudah ditetapkan pemerintah,” katanya.

Kabid Angkutan Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Wahyu Jatmiko, menjelaskan, penurunan tarif angkutan umum itu menindaklanjuti instruksi Kementerian Perhubungan dan Gubernur Jateng menyusul penurunan harga BBM. “Tarif angkutan turun 5 persen dari tarif lama atau sebesar Rp 176 per kilometer per penumpang. Seperti trayek Salatiga – Ungaran, turunnya sekitar Rp 100 dari Rp 4 ribu– Rp5 ribu per penumpang,” ungkapnya.

Sedangkan sejumlah awak angkutan masih ada yang belum tahu adanya perubahan tarif yang diturunkan sebesar 5 persen dari tarif lama. Para awak angkutan tidak keberatan adanya penurunan tarif angkutan. Hanya saja mereka berharap penurunan tarif tidak sampai memberatkan biaya operasional para awak dan pengusaha angkutan umum. Sebab, saat ini jumlah angkutan semakin banyak sedangkan jumlah penumpang menurun. “Sekarang ini sepi penumpang Mas. Sehari kerja hanya bisa bawa uang Rp 18 ribu, karena uang yang didapat habis untuk operasional,” kata Suratmin, 30, awak angkutan Ungaran-Salatiga. (tyo/aro)