Pertanyaan :
Assalamu’alaikum Yth Bapak DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati. Mau bertanya, di TPQ seringkali murid dituntut untuk menghafalkan ayat Alquran, contohnya Juz Amma, akan tetapi sering terjadi, jika mereka sudah besar, banyak dari mereka yang lupa ayat-ayat yang dihafal. Bagaimana? Mohon jawaban dan penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu’alaikum Warahmatullah.
Ainal, 082324365xxx di Semarang

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Warahmatullah Saudara Ainal di Semarang yang saya hormati pula dan semoga selalu mendapat rahmat dari Allah SWT, terima kasih atas pertanyaannya.

Memang sudah menjadi tradisi di sekitar kita, ketika mengajarkan anak didiknya membaca Alquran, pihak pengajar menekankan anak didiknya untuk menghafal surat-surat pendek, mulai dari Juz Amma sampai khatam. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pembelajaran dan memperlancar bacaan. Menurut syara’, tindakan seperti ini sangatlah dibenarkan karena tedapat unsur tarbiyyah bagi anak agar dapat mencintai dan mengamalkan Alquran.

Namun terkadang seiring pertumbuhan anak, di antaranya ada yang lupa dengan ayat-ayat suci yang telah dihafalkan. Faktor yang menyebabkannya pun beragam, mulai kesibukan, pekerjaan, pergaulan dan lain sebagainya. Maka saya sampaikan mengenai batasan lupa (nisyan) yang berakibat hukum dosa, menurut pendapat yang kuat adalah lupa yang sekira untuk mengingat kembali hafalannya ia merasa kesulitan, walaupun hilangnya hafalan tersebut hanya satu huruf. Berbeda jika lupa yang andaikata ada yang mengingatkan, secara spontanitas langsung ingat kembali, maka masih belum bisa dihukumi haram. Sebab sesibuk apa pun, menjaga hafalan masih bisa dilakukan walaupun hanya dengan cara membaca dalam hati, terlebih Alquran adalah bacaan wajib bagi umat Islam.

Demikian jawaban dan penjelasan dari saya, wallahu a’lam bisshowab. Semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. (*/ida/ce1)