SEMARANG – Wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) menghantui warga Kota Semarang. Memasuki musim penghujan, jumlah penderita penyakit mematikan ini terus meningkat. Hampir semua rumah sakit di Kota Semarang dipenuhi penderita DBD.

Di RS Elisabeth Semarang, penderita DBD mulai meningkat sejak Desember 2015. Pada bulan itu, tercatat sebanyak 23 pasien DBD. Sedangkan pada Januari 2016 hingga tanggal 7 sudah ada 12 pasien.

Humas RS Elisabeth Semarang, Probowati Tjondronegoro, memperkirakan jumlah pasien DBD akan terus meningkat hingga akhir Maret mendatang. ”Musim penghujan seperti ini pasien DBD memang cenderung naik,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (14/1).

Berdasarkan data dari RS Elisabeth Semarang, pada 2015 lalu, puncak wabah penyakit DBD terjadi pada Januari hingga Maret. Hal itu dikarenakan intensitas hujan yang mengguyur Kota Semarang dan sekitarnya lebih tinggi dibanding dengan bulan-bulan lainnya.

”Sehingga perkembangan jentik nyamuk Aedes Aegypti terjadi dengan pesat. Warga harus lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama jika ada genangan air,” ujarnya.

Dijelaskan Probo, gejala yang ditimbulkan dari masuknya virus DBD tak lagi selalu disertai bintik-bintik merah yang biasanya terlihat pada tubuh pasien DBD. Namun ciri khas penyakit ini adalah penderita mengalami demam tinggi hingga beberapa hari. ”Gejala panas tinggi layaknya penyakit tifus bisa menjadi ciri seseorang terkena demam berdarah,” katanya.

Seperti yang dialami salah satu pasien DBD di RS Elisabeth Semarang, Ulistika Puana. Pada awalnya ia hanya merasakan demam selama dua hari mencapai 39 derajat celsius.

”Awalnya panas mulai sore, badan saya linu-linu dan pusing kepala. Hari Selasa lalu, saya ke dokter. Sama dokter langsung disuruh opname, takutnya kena DBD. Ternyata setelah dicek positif DBD,” ujar Ulistika.

Peningkatan pasien DBD juga terlihat di RS Roemani Semarang. Menurut Humas RS Roemani, Mardliyah, penderita DBD mayoritas anak-anak. Pada Januari ini tercatat sudah ada 14 pasien DBD yang dirawat di RS yang berada di kawasan Wonodri Semarang Selatan ini.