UPAYA PENCEGAHAN: Salah satu wakil pengusaha menandatangani komitmen deklarasi pengendalian gratifikasi, kemarin di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Semarang. (A MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UPAYA PENCEGAHAN: Salah satu wakil pengusaha menandatangani komitmen deklarasi pengendalian gratifikasi, kemarin di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Semarang. (A MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UPAYA PENCEGAHAN: Salah satu wakil pengusaha menandatangani komitmen deklarasi pengendalian gratifikasi, kemarin di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Semarang. (A MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UPAYA PENCEGAHAN: Salah satu wakil pengusaha menandatangani komitmen deklarasi pengendalian gratifikasi, kemarin di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Semarang. (A MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Semarang, menggandeng sebanyak 132 perusahaan untuk berkomitmen dalam deklarasi menolak gratifikasi. Pertemuan tersebut dilakukan di aula KPPBC Tipe Madya Pabean Semarang Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang, Kamis (14/1) kemarin.

Dari 132 perusahaan, sebanyak 125 orang pimpinan perusahaan turut serta melakukan penandatanganan deklarasi pengendalian gratifikasi dan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) Cukai Online. Secara rinci, sebanyak 106 perusahaan di antaranya merupakan perusahaan Tempat Penimbunan Barang Berikat (PBB) dan 26 perusahaan Barang Kena Cukai (BKC). “Kami menggandeng pihak eksternal yakni semua pengguna jasa di lingkungan Bea dan Cukai Semarang untuk bersama-sama mendeklarasikan pengendalian gratifikasi dengan menandatangani komitmen bersama pada hari ini,” kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Semarang, Iman Prayitno.