”Angka kematian ibu (AKI) di 2015 kemarin sudah menurun. Dari Dinas Kesehatan Jateng, tercatat kematian ibu sebanyak 619 orang, atau sekitar 112 orang per 100.000 kelahiran hidup. Sementara di 2014 mencapai 711 orang,” tuturnya.

Wakil Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Hj Sudarli Heru Sudjatmoko menambahkan, dalam merealisasikan 10 Program Pokok PKK, para kader tidak hanya memakai pikiran tapi juga hati. Terutama yang memiliki tingkat pengetahuan rendah, perekonomian terbatas, atau pada mereka yang berpikiran kuno.

Diakuinya, ada anggapan miring lantaran PKK diartikan perempuan ke sana-ke mari. Tanggapan sinis itu jangan langsung membuat para kader ngelokro, tapi menjadi semangat untuk menunjukkan eksistensi melalui pelaksanaan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga mereka menjadi perempuan dan ibu-ibu yang maju.

”Harus pakai hati. Ojo ndukani uwong ndeso karena mereka akan lari. Jadi, harus punya program yang jelas. Pelajari semua tugas sesuai pokjanya. Bahkan diusahakan menguasai seluruh pokja. Pelajari dengan baik, kerjakan dengan baik, kerja dengan hati, jangan gampang marah,” tandasnya. (amh/ida/ce1)