94 Persen Desa di Kendal Belum Terima Dana ADD

177

KENDAL-Mulai Februari mendatang, mayoritas desa di Kabupaten Kendal mulai menggunakan alokasi dana desa (ADD) untuk pembangunan sejumlah infrastruktur. Meski begitu, hingga saat ini baru ada sekitar 6 persen desa yang menerima ADD, masing-masing sekitar Rp 700 juta.

Ketua Paguyuban Kepala Desa Kendal, Bambang Utoro, mengatakan, Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbangdes) baru akan selesai pada Januari ini. Selanjutnya, hasil Musrenbangdes tersebut akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan. “Uang ADD belum sepenuhnya turun, bahkan sampai saat ini baru sekitar 6 persen desa yang menerima ADD. Tetapi, setiap desa sudah berkomitmen akan menggunakan dana yang sudah turun itu dengan baik, sesuai dengan peruntukannya,” ujarnya.

Menurutnya, uang ADD tersebut setiap desa baru akan menerima 100 persen pada 2017 mendatang. Saat ini, setiap desa tengah mempersiapkan RABDes dengan mendapat pendampingan dari Pemprov Jateng dan Pemkab Kendal.

“Diharapkan setiap desa mampu mengelola anggaran dengan baik, tanpa ada pelanggaran. Di setiap kecamatan nantinya akan ada tiga orang yang berkompeten untuk memberikan pendampingan bagi desa. Saya yakin, secara administrasi dan persiapan teknis lainnya tidak ada masalah,” tuturnya.

Dia berharap, tim pendamping tidak hanya memberikan evaluasi saja, tapi juga memberikan solusi dengan mengarahkan desa untuk memperbaiki RABDes, sehingga bisa cepat terselesaikan.

“Semangat para kepala desa sebenarnya tinggi, bahkan mereka siap lembur. Jadi tinggal diarahkan saja, bagaimana cara menyusun RABDes yang benar,” katanya.