relokasi johar

SEMARANG – Para pedagang Pasar Johar meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberikan toleransi waktu kepindahan menuju tempat relokasi sementara di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Pasalnya, karakteristik dan jenis dagangan yang variatif membuat prosesnya menjadi lama. Sementara pemkot akan meresmikan perpindahan pada 20 Januari 2016 mendatang.

”Pedagangnya banyak jenis ada akik, pernak-pernik, dan lain-lain tidak bisa pindah langsung. Mereka harus membuat kelengkapan lapak seperti lemari dan tempat barang dagangannya agar aman. Jadi, kami minta agar pedagang diberi waktu toleransi,” ungkap Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Suwanto, saat menghadap Penjabat (Pj) Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto, Kamis (14/1).

Selain meminta tolerasi waktu, ia juga meminta berbagai fasilitas yang kurang di tempat relokasi sementara untuk segera dilengkapi. Antara lain, subterminal, tempat sampah, drainase, penghijauan, dan konstruksi paving.

Menurut dia, keberadaan subterminal sangat penting karena selain memudahkan transportasi, pembeli juga lebih mudah membawa barang belanja. ”Selain itu, talang air, grill (penutup saluran), pos keamanaan, dan suplai air juga harus diperhatikan,” katanya.

Ditegaskan Suwanto, dengan dipenuhinya berbagai fasilitas tersebut tidak lain untuk menunjung kegiatan jual beli di kalangan pedagang dan pembeli. Sebab, mereka yang berjualan itu telah mengalami peristiwa yang luar biasa (force majeure). ”Mereka pindah bukan karena pasar ditata atau direvitalisasi, melainkan pindah karena mayoritas merupakan korban kebakaran. Dagangannya juga banyak yang terbakar,” ujarnya didampingi Ketua Bidang Advokasi dan Hukum, Zainal Petir.

Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto, mengaku memaklumi, dan akan memberi waktu toleransi selama tiga minggu hingga satu bulan. Sehingga para pedagang dapat mempersiapkan segala kelengkapannya sebelum benar-benar pindah ke tempat relokasi. ”Para pedagang kaki lima (PKL) sekitar Pasar Johar juga kami pikirkan agar bisa masuk. Tapi prioritas tetap untuk pedagang korban kebakaran,” katanya.

Ia menambahkan, untuk proses penghijauan dan pemasangan grill sudah mulai dilakukan. Selain itu, rekayasa lalu lintas, rambu, dan jalan menuju relokasi terus dikaji. ”Sehingga nanti pembeli yang ingin menuju relokasi sementara Pasar Johar tidak perlu memutar jauh,” ujar pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermades) Provinsi Jawa Tengah itu.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang di tempat relokasi sementara, sejumlah pedagang mengikuti proses pengundian lapak yang dilaksanakan Dinas Pasar Kota Semarang. Kemarin merupakan hari keempat sejak digelar pada Senin (11/1) lalu.

”Hari ini (kemarin) telah dilakukan pengundian terhadap 216 pedagang. Mereka terdiri atas 64 pedagang Yaik Permai, 132 pedagang Johar Tengah, dan 20 pedagang Johar Selatan. Besok (hari ini) dilanjutkan pedagang Johar Utara sebanyak 192 pedagang,” ungkap Kepala Seksi Penataan dan Pemetaan Bidang Pengaturan dan Ketertiban Dinas Pasar Kota Semarang, Oktaviatmono.

Ia menambahkan, total seluruh pedagang yang telah mendapatkan lapak hingga hari keempat sebanyak 4.152 pedagang. Menurut dia, Dinas Pasar masih menunggu para pedagang yang belum melakukan registrasi. ”Kalau ditanya sampai kapan, ya sampai selesai. Bahkan ketika nanti setelah dilakukan peresmian pada 20 Januari (2016) mendatang,” katanya. (fai/aro/ce1)