TANJUNG MAS – ‎Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian bersama Bareskrim Mabes Polri melakukan pengecekan terhadap sebuah kapal pengangkut jagung impor yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kemarin (14/1). Diduga bahan pangan impor tersebut masuk ke Indonesia tanpa adanya rekomendasi alias diselundupkan.

Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah, mengakui telah mendapatkan pelaporan adanya jagung dari luar negeri masuk ke wilayah Indonesia. Hanya saja, masuknya jagung impor tersebut tanpa adanya rekomendasi.

”Kami mendapatkan laporan dari teman-teman karantina bahwa ada jagung dari luar masuk ke negara RI. Setelah dicek di lapangan, benar ada jagung dan surat-suratnya baru dicek,” ungkapnya saat pengecekan di lapangan kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diakuinya, sampai 2016, pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi masuknya pangan ke dalam negeri. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57 yang diterbitkan pada 1 Desember 2015 menyebutkan bahwa pakan dari tumbuhan sebelum masuk Indonesia harus mendapatkan rekomendasi.

”Di lain pihak, kami belum pernah mengeluarkan rekomendasi untuk masuknya bahan pangan khususnya jagung ini. Kami merasa belum mengeluarkan, kok tiba-tiba ada. Ini yang membuat pertanyaan bagi kami. Kalau tahun 2015 kemarin, ada rekomendasi,” ujarnya.

Dia mengatakan, Kapal Limaz tersebut mengangkut 17 ribu ton jagung impor untuk pakan ternak. Sedangkan bongkar muat bahan pangan tersebut baru dilakukan Kamis (14/1) kemarin.

”Berdasarkan informasi dari awak kapal, jagung itu dari Brazil. Hari pertama ini, kami mengecek dulu. Selanjutnya kami akan mengecek surat diminstrasi dan surat lain. Apa sih yang mendasari sampai masuk barang ini,” katanya.