Sedangkan untuk mesinnya, sesuai aslinya 1.500 cc, dirombak menjadi 2.000 cc. Untuk windows-nya berjumlah 41, yang aslinya 21 windows. ”Dengan adanya tampilan ini, VW Indonesia mampu menciptakan sesuatu yang baru, membuat nama Indonesia menjadi mendunia,” katanya.

Diakui, mobil VW Limosin sepanjang 7,25 meter tersebut dibuat selama satu tahun. Di negara asal mobil VW, Jerman sana, kata dia, belum ada. Namun di Amerika Serikat ada mobil VW Limosin sepanjang 6,9 meter, dengan tambahan 4 kaca jendela, sedangkan di Indonesia tambahannya 5 kaca jendela untuk sebelah kanan dan kiri. ”Kalau di negara yang memproduksi VW itu sendiri belum ada mobil Limosin VW, tetapi di Indonesia justru ada, dan ini yang membedakan dengan negara lain,” ujarnya bangga.

Wahyu mengaku, tidak mengalami kesulitan saat membuat mobil antik terpanjang itu. Sebab, semua onderdilnya banyak dijual di Semarang, mulai kaki-kaki mobil, onderdil mesin hingga karet-karet yang digunakan untuk pelengkap mobil itu sendiri.

Untuk memberi kekuatan pada mobil tersebut, lanjut dia, maka di roda belakang terdapat 4 roda, dan roda depan ada 2 roda. Untuk cat mobil, menggunakan perpaduan warna kuning dan putih. Sedangkan untuk interior di dalamnya menggunakan jok dari kulit berwarna kuning krem. ”Untuk aksesori baik jok kursi maupun perlengkapan lainnya dapat dilakukan sendiri,” ungkapnya.

Wahyu sendiri sebelumnya pernah membuat mobil VW Combi Brasil dengan panjang 6,9 meter pada 2009. Mobil tersebut telah dijual kepada warga negara Australia seharga Rp 225 juta. Untuk rencana ke depan, lanjut dia, mobil Limosin VW Combi Dakota ini akan disewakan untuk acara-acara tertentu, seperti pre wedding, pernikahan, pameran atau ekshibisi lainnya.

Direktur Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid), Paulus Pangka, kemarin secara khusus memberi penghargaan kepada Yudi Yumos dan Wahyu yang telah memodifikasi mobil VW menjadi VW terpanjang. ”Leprid mencatat ini sebagai prestasi di bidang otomotif,” katanya. (hid/aro/ce1)