Sopir Angkot Tolak Penurunan Tarif

470
KOMPAK MENOLAK : Sopir angkutan umum di Kabupaten Pekalongan menolak adanya penurunan tarif angkutan sebesar 5,5 persen dari harga tarif semula. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK MENOLAK : Sopir angkutan umum di Kabupaten Pekalongan menolak adanya penurunan tarif angkutan sebesar 5,5 persen dari harga tarif semula. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK MENOLAK : Sopir angkutan umum di Kabupaten Pekalongan menolak adanya penurunan tarif angkutan sebesar 5,5 persen dari harga tarif semula. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK MENOLAK : Sopir angkutan umum di Kabupaten Pekalongan menolak adanya penurunan tarif angkutan sebesar 5,5 persen dari harga tarif semula. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Pekalongan berencana menurunkan tarif angkutan sebesar 5 persen dari harga tarif semula. Namun, ratusan sopir angkutan umum dalam kota (Angkot) Kabupaten Pekalongan kompak melakukan penolakan.

Alasan penolakan tersebut karena harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya premium dan solar turun, namun semua kebutuhan pokok di pasar tidak turun, bahkan cenderung naik. Apalagi dengan tarif lama saja, para sopir merugi. Karena itulah, para sopir bersikukuh untuk mempertahankan harga tarif angkot seperti semula.

Hal tersebut ditegaskan Pengurus Paguyuban Angkutan Umum Kabupaten Pekalongan, Agus Riyanto. Menurutnya, kebijakan Dishubkomfo menurunkan tarif angkot, sangat kurang tepat dan tidak berpihak pada masyarakat, khususnya sopir angkot. Karena selama ini pekerjaan sopir angkot, sering merugi dan sebagian besar telah menjual armadanya karena merugi terus. “Para sopir angkot merasa keberatan dan menolak, jika Dishubkominfo menurunkan tarif angkutan sebesar 5 persen dari harga tarif semula,” tandasnya.