PRSSNI Jateng Fokus Menata Anggota

479
TAMU REDAKSI: Sejumlah pengurus PRSSNI Jateng saat mengunjungi kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMU REDAKSI: Sejumlah pengurus PRSSNI Jateng saat mengunjungi kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMU REDAKSI: Sejumlah pengurus PRSSNI Jateng saat mengunjungi kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMU REDAKSI: Sejumlah pengurus PRSSNI Jateng saat mengunjungi kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pengurus Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Jawa Tengah tak menampik jika ruang lingkup radio kini makin terimpit dengan merebaknya media sosial dan televisi. Meski demikian, ratusan siaran radio swasta di Jateng tetap bertahan dengan segala inovasinya.

Dikatakan Ketua PRSSNI Jateng, Wisnu Pudjonggo, saat ini rata-rata dalam sehari warga mendengarkan radio hanya 2 jam. Itu pun lebih banyak didengarkan dalam perjalanan naik mobil.

”Kalau pas jalan macet, pengemudi mobil biasanya menyetel radio untuk hiburan. Jadi, makin panjang kemacetannya, makin sering radio didengar,” ucapnya sambil tertawa ketika mengunjungi kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (13/1) kemarin.