KOMPLET: Sejumlah strategi disiapkan Alfamart agar pertumbuhan bisnis tetap terjaga. (IST)

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang membantah informasi yang menyebut bahwa Semarang belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang minimarket. Pihak pemkot mengeklaim telah memiliki perda yang mengatur tentang berdirinya minimarket tersebut. Hal itu diatur dan tertuang di dalam Perda Pertokoan Modern.

Kendati demikian, diakui bahwa Perda tersebut dibuat setelah perkembangan bisnis di bidang minimarket di Kota Semarang terlanjur menjamur. “Kalau ditanya apakah Semarang punya perda minimarket? Saya jawab punya. Namun judulnya memang bukan perda minimarket, tapi Perda Pertokoan Modern,” kata Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Semarang, Abdul Haris, dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/1).

Dijelaskannya, Perda Pertokoan Modern tersebut telah ada dan disetujui oleh dewan pada 2013 lalu. Sedangkan pengaturannya dilakukan pada 2013 melalui Peraturan Wali Kota (Perwal). “Melalui Perwal itu diatur spesifikasi jarak minimarket dan lain-lain. Sedangkan kuota di tiap-tiap kelurahan telah diatur dalam keputusan wali kota pada 2015. Saya masih ingat betul itu,” terang Haris.

Perda Pertokoan Modern, lanjutnya, memang bukan secara eksplisit bicara minimarket. Akan tetapi aturan minimarket masuk dalam Perda Pertokoan Modern. Namun demikian, pihaknya mengakui bahwa perkembangan bisnis bidang minimarket telah menjamur terlebih dahulu, sedangkan perda tersebut baru dibuat belakangan. Sehingga perda tersebut saat ini memang hanya bisa membatasi terus berkembangnya minimarket, namun sudah banyak kios tradisional yang sudah terlanjut gulung tikar. “Minimarket sudah menjamur terlebih dahulu, sedangkan perda-nya baru ada belakangan ini,” katanya.

Bagaimana untuk melakukan penataan minimarket yang sudah terlanjut menjamur? Haris mengakui, bahwa itu menjadi kendala yang cukup sulit. “Untuk melakukan penataan atas menjamurnya minimarket, tentu dibutuhkan kebijakan-kebijakan. Karena memang telah menjamur terlebih dahulu,” katanya.