Bertahan dari Gempuran Air Laut, Kini Mampu Kuliahkan Anak dan Renovasi Rumah

Susmadi, Korban Abrasi dan Rob yang Sukses Budidayakan Ikan Bandeng Diareal Bekas Tambak

223
BUDIDAYA: Kepala Bapermas KB Pemkab Demak Lestari Handayani didampingi Kasubid SDA dan TTG Sutriyanto dan Susmadi menunjukkan ikan bandeng yang baru dipanen dari tambak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BUDIDAYA: Kepala Bapermas KB Pemkab Demak Lestari Handayani didampingi Kasubid SDA dan TTG Sutriyanto dan Susmadi menunjukkan ikan bandeng yang baru dipanen dari tambak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BUDIDAYA: Kepala Bapermas KB Pemkab Demak Lestari Handayani didampingi Kasubid SDA dan TTG Sutriyanto dan Susmadi menunjukkan ikan bandeng yang baru dipanen dari tambak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BUDIDAYA: Kepala Bapermas KB Pemkab Demak Lestari Handayani didampingi Kasubid SDA dan TTG Sutriyanto dan Susmadi menunjukkan ikan bandeng yang baru dipanen dari tambak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

Bencana abrasi dan rob di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung memang luar biasa. Selain membuat warga eksodus pindah ke tempat lain, juga membuat infrastruktur jalan dan bangunan rumah rusak berat. Banyak warga yang memilih pergi berpindah tempat, namun ada pula yang tetap bertahan. Artinya, tidak semua korban rob hengkang dari kampungnya.

WAHIB PRIBADI, Demak

Satu diantaranya yang kini masih bertahan adalah Susmadi dan keluarganya. Rumah Susmadi yang beberapa kali rusak kena rob berada tepat dipinggiran tambak yang juga hancur akibat rob. Namun, rupanya Susmadi mampu mempelajari alam sekitarnya. Bahkan, kini ia mampu memanfaatkan bekas areal tambak seluas 2 bahu (1 hektare lebih) yang hancur terkena abrasi dan rob untuk budidaya ikan bandeng. Ia pun mendapatkan berkah atas bencana rob yang menimpa satu kampung, termasuk keluarganya tersebut. Yang menarik, Susmadi dapat panen tiap bulan secara berkelanjutan. Lainnya hanya satu kali musim panen.