”Kami sudah terima undangan itu, bahwa undangan itu jelas-jelas palsu. Di situ ditandatangani Kepala BKD.”

Indriani, Plt Kepala BKD Jateng

SEMARANG – Besarnya minat masyarakat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) memberi celah pihak tak bertanggung jawab melakukan kejahatan. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng meminta masyarakat mewaspadai praktik penipuan bermodus penyerahan SK (Surat Kerja) CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Surat palsu tersebut beredar luas sejak 2015 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Jateng Indriani mengatakan berdasarkan bunyi surat penipuan, disebutkan jika nama masyarakat yang ditulis dapat mengambil SK CPNS di kantor BKD Jateng. Surat abal-abal itu kini sudah sampai ke meja BKD Jateng. ”Baru saja kami mendapat aduan dari masyarakat bahwa ada undangan penyerahan SK CPNS. Kami sudah terima undangan itu, bahwa undangan itu jelas-jelas palsu. Di situ ditandatangani Kepala BKD,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Kepala Bidang Pengembangan Pegawai BKD Jateng, Tubayanu menambahkan surat palsu tersebut beredar luas di masyarakat pada 2015 lalu. Dan baru sampai ke BKD Jateng beberapa hari yang lalu. Puluhan orang telah mengadu ke BKD terkait dengan surat tersebut. ”Ternyata ada oknum (non PNS) yang keluyuran ke masyarakat dan menebar janji ada formasi khusus, yang kemudian nanti akan di drop ke daerah-daerah,” kata Tubayanu. Besar kemungkinan pelaku penipuan akan meminta uang kepada warga yang dijanjikan menjadi PNS.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BKD Jateng, sebanyak 150 orang lebih telah menerima surat edaran palsu penipuan CPNS dengan modus baru tersebut.

Saat ini pihaknya tengah melaporkan kasus tersebut kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. BKD Jateng juga melapor ke kepolisian untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut. ”Tahun 2015 itu kan moratorium, kok ada surat edaran penerimaan PNS, itu kan tidak logis. Kami ingin masyarakat juga kritis,” tandasnya. (ewb/ric/ce1)