HEMAT RUANG: Siswa SMK 6 Kendal memamerkan media tanam hidroponik sebagai media tanam unggulan tanpa menggunakan tanah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HEMAT RUANG: Siswa SMK 6 Kendal memamerkan media tanam hidroponik sebagai media tanam unggulan tanpa menggunakan tanah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HEMAT RUANG: Siswa SMK 6 Kendal memamerkan media tanam hidroponik sebagai media tanam unggulan tanpa menggunakan tanah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HEMAT RUANG: Siswa SMK 6 Kendal memamerkan media tanam hidroponik sebagai media tanam unggulan tanpa menggunakan tanah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RUANG sempit atau tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam, bukan menjadi penghalang untuk bertani. Hal tersebut dibuktikan oleh para siswa SMK 6 Kendal dengan memamerkan teknologi pertanian hidroponik. Atau menaman tanaman pada media air.

Salah satu siswa, Anwar Anas, mengatakan dengan pola tanam hidroponik ini sama sekali tidak menggunakan media tanah. Yakni hanya butuh air sehingga Penggunaan lahan lebih efisien. “Selain itu, kuantitas dan kualitas produksi lebih tinggi dan lebih bersih, penggunaan pupuk dan air lebih efisien. Tanaman juga lebih aman terhadap hama penyakit karena medianya lebih bersih,” ujarnya disela pameran teknologi pertanian di sekolah setempat, Selasa (12/1).

Untuk membuat media hidroponik ini, para siswa memanfaatkan paralon sebagai yang telah dilubangi guna menampung air. Berbagai tanaman sayuran ditanam, hasil panennya oleh siswa langsung dijual kepada para pedagang. Sedangkan keuntungannnya dibagi untuk siswa dan sekolah.“Yakni 50 persen untuk siswa yang menggarap lahan dan merawat tanaman sedangkan 50 persen sisanya dikembalikan kepada masing-masing jurusan sebagai modal usaha selanjutnya untuk bercocok tanam sebagai media praktek siswa,” ujar Kepala Sekolah SMK 6 Kendal, Agus Basuki.