MUI Tolak Raperda Usaha Tempat Hiburan

361
KONTRA: Sekretaris Fraksi PKS Suhadi dan anggota DPRD dari PAN Susi Alifah menunjukkan surat dari MUI Demak terkait penolakan raperda tempat hiburan termasuk karaoke, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
KONTRA: Sekretaris Fraksi PKS Suhadi dan anggota DPRD dari PAN Susi Alifah menunjukkan surat dari MUI Demak terkait penolakan raperda tempat hiburan termasuk karaoke, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
KONTRA: Sekretaris Fraksi PKS Suhadi dan anggota DPRD dari PAN Susi Alifah menunjukkan surat dari MUI Demak terkait penolakan raperda tempat hiburan termasuk karaoke, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
KONTRA: Sekretaris Fraksi PKS Suhadi dan anggota DPRD dari PAN Susi Alifah menunjukkan surat dari MUI Demak terkait penolakan raperda tempat hiburan termasuk karaoke, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Demak menagih janji Pemkab untuk menutup usaha karaoke di wilayah Demak, termasuk sebuah karaoke yang berada di Jalan Pemuda, yang sebelumnya juga ditolak warga sekitar karena berdekatan dengan pondok pesantren. Penolakan raperda Usaha Tempat Hiburan juga mendapat penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal ini sebelumnya telah disampaikan secara resmi dalam pandangan Fraksi PKS dalam paripurna beberapa waktu lalu. Atas pendapat tersebut, Pemkab Demak segera menindaklanjuti. Namun, hingga kini karaoke tersebut masih tetap beroperasi.

Sekretaris Fraksi PKS, Suhadi mengatakan, surat dari warga terkait desakan penutupan karaoke juga telah disampaikan ke berbagai instansi, termasuk Satpol PP. “Jadi, kita tagih janji pemkab untuk menutup karaoke yang ada di Demak ini, termasuk karaoke di Jalan Pemuda,” ujar Suhadi.