SEMARANG – Kebijakan pemerintah membebaskan visa masuk ke Indonesia disambut baik oleh insan pariwisata yang ada di Kota Semarang. Sebanyak 174 negara saat ini bebas visa kunjungan ke Indonesia. Dengan langkah tersebut, diharapkan kunjungan wisatawan asing ke Semarang mengalami kenaikan.

Pengurus Desa Wisata Kandri, Gunungpati, Semarang, Subaedi berharap ada kenaikan angka wisatawan asing ke Kecamatan Gunung Pati. Wisata yang menjual alam dan paket wisata tradisional seperti dolanan sawah serta kebudayaan Jawa tersebut memang berharap dilirik wisatawan asing.

Tahun lalu saja, tercatat ada ribuan wisatawan asing telah berkunjung ke ke Desa Wisata Kandri. Padahal, targetnya tahun lalu hanya 500 wisatan asing. Ia pun memprediksi, pada tahun 2016 ini jumlah wisatawan asing akan kembali bertambah. “Kalau prediksi pasti bertambah, bisa di angka lebih dari 1.000 orang wisatawan asing,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Semarang, Dedy Sumardi, menurut dirinya kebijakan dari pemerintah pusat yang memebaskan visa bagi 174 negara untuk masuk Indonesia juga akan berimbas ke Semarang. “Jelas ada imbasnya, apalagi orang luar negeri sangat suka dengan bangunan tua di Kota Lama. Belum lagi obyek wisata lainnya, tentu akan mengalami lonjakan,” tambahnya.

Selain sektor wisata, sektor perhotelan pun juga akan mengali dampak positif diantaranya okupansi wisatawan asing yang akan mengalami kenaikan. “Kami sangat mendukung kebijakan dari pemerintah. Namun harus didukung dengan sarana dan prasana yang harus mumpuni, sehingga membuat wisatawan akan tertarik,” tuturnya. (den/smu)