Padukan Alat Musik Modern, Tradisional dan Barang Bekas

Mengenal Kelompok Musik Suluk Rampak Pertiwi Semarang

234
KOMPAK: Kelompok musik Suluk Rampak Pertiwi saat tampil bersama budayawan Sudjiwo Tedjo. (ISTIMEWA)
KOMPAK: Kelompok musik Suluk Rampak Pertiwi saat tampil bersama budayawan Sudjiwo Tedjo. (ISTIMEWA)
KOMPAK: Kelompok musik Suluk Rampak Pertiwi saat tampil bersama budayawan Sudjiwo Tedjo. (ISTIMEWA)
KOMPAK: Kelompok musik Suluk Rampak Pertiwi saat tampil bersama budayawan Sudjiwo Tedjo. (ISTIMEWA)

Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang tergabung dalam Kelompok Musik Suluk Rampak Pertiwi. Mereka memadukan alat musik modern, tradisional hingga barang bekas sebagai alat berekspresi. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

MUSIK memegang peranan penting dalam tiap pementasan, baik teater maupun kegiatan seni lainnya. Musik yang tepat akan mengantar penonton masuk dalam suasana yang digambarkan. Sedih, gembira, sepi, ramai, sampai menyeramkan. Nah, agar tak terasa monoton, kreasi dalam bermusik juga perlu terus digali. Seperti yang disuguhkan oleh kelompok musik Suluk Rampak Pertiwi dalam pementasan Teater Beta UIN Walisongo, belum lama ini.

Bait-bait puisi ”Damai di Bumimu” yang berkisah tentang kerukunan umat beragama ini dibacakan sembari diiringi gamelan, rebana, harmonika, kendang, suling dan gitar. Serius, sendu dan nuansa ala Jawa dirangkum jadi satu.