SALAH TANGKAP: Satu dari empat korban salah sasaran, Sety Pandu Hernowo menunjukkan luka lecet di tangan dan kakinya akibat dihajar sejumlah oknum polisi. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SALAH TANGKAP: Satu dari empat korban salah sasaran, Sety Pandu Hernowo menunjukkan luka lecet di tangan dan kakinya akibat dihajar sejumlah oknum polisi. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SALAH TANGKAP: Satu dari empat korban salah sasaran, Sety Pandu Hernowo menunjukkan luka lecet di tangan dan kakinya akibat dihajar sejumlah oknum polisi. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SALAH TANGKAP: Satu dari empat korban salah sasaran, Sety Pandu Hernowo menunjukkan luka lecet di tangan dan kakinya akibat dihajar sejumlah oknum polisi. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Empat remaja ini bernasib apes. Mereka dihajar sejumlah oknum anggota Polrestabes Semarang lantaran dikira kawanan begal. Keempat korban salah tangkap ini adalah Sety Pandu Hernowo, 18, warga Jalan Cemara Banyumanik; Noval, 14, warga Padangsari, Banyumanik; Gembong Rizki, 17, warga Meteseh, Tembalang, dan Dinanda Jodi, 17, warga Jalan Jati Selatan, Banyumanik. Nasib sial itu dialami keempat korban Sabtu (9/1) dini hari sekitar pukul 02.00 lalu saat melintas di dekat Mal Paragon Jalan Pemuda, Semarang.

Kejadian bermula saat keempat korban jalan-jalan mengendarai dua sepeda motor berboncengan. Korban Pandu berboncengan dengan Dinanda menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX. Sedangkan Noval berboncengan dengan Gembong mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R. Saat mengendarai sepeda motor tersebut, keempatnya tidak mengenakan helm.

Saat itu, mereka melaju dari Jalan Pahlawan, Simpang Lima, Pandanaran lalu berputar di Tugu Muda ke arah Jalan Pemuda. Sampai di depan Mal Paragon, tiba-tiba mereka diteriaki begal. ”Ada rombongan yang meneriaki kami begal lalu mengejar dan menghentikan kami. Tanpa bertanya, mereka langsung memukuli pakai tongkat dan menginjak-injak pakai roda motor trail,” ungkap Pandu usai melapor di Sentra Pelayanan Propam Polrestabes Semarang didampingi orang tuanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/1) kemarin.