PEKALONGAN – Terbukti tidak lengkap dan salah gugatan pada sidang perdana, warga Sokoduwet Pekalongan Selatan mengganti gugatan pada sidang kedua di Pengadilan Negeri Pekalongan, Senin (11/1).

Warga Sokoduwet yang terkena dampak pembangunan jalan tol Batang – Pemalang melalui kuasa hukumnya Yurofiqun mengatakan mereka memang sudah mengubah gugatan yang telah diajukan pada sidang sebelumnya.

Dijelaskan, jika kemarin menggugat terkait pemindahan lokasi, karena gugatan tidak tepat. Karena jika pemindahan lokasi, gugatan harus dilakukan di PTUN. Kesalahan tersebut tidak diketahuinya, karena warga melakukan gugatan sebelum dirinya diangkat jadi kuasa hukum.

Sebab dirinya kini yang ditunjuk sebagai kuasa hukum. Kini gugatan diganti, terkait tidak sesuainya ganti rugi lahan. “Kini gugatan terkait harga ganti rugi tanah. Bukan masalah lokasi lagi,” jelasnya pasca sidang.

Diterangkan, semula panitia atau tergugat mengklasifikasi kategori ganti rugi tanah dengan harga Rp 500 ribu, Rp1 juta dan Rp 1,1 juta per m2. Untuk itu, di dalam materi gugatan yang telah diubah, masyarakat meminta agar nilai ganti rugi di samaratakan sebesar Rp 3,5 juta per m2. “Intinya warga minta, harga tanah disamaratakan, Rp 3,5 juta. Tidak diklasifikasikan,” ucapnya.

Pihaknya juga tidak berani mengubah tergugat, karena masuk subtansi gugatan. Sehingga jika diubah akan fatal. Untuk itu, kini pihaknya menunggu Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan kelurahan terkait gugatan tersebut. Sebab akan dilakukan eksepsi Kamis mendatang.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim pada sidang tersebut, Purnawan Narsongko mengatakan bahwa agenda di dalam sidang kedua ini adalah pengubahan gugatan. “Jadi ini mengubah gugatan, yang semula berkenaan dengan masalah lokasi pemindahan lahan tol. Kini menjadi masalah ganti rugi,” ucap hakim yang juga Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan tersebut.

Menurut Purnawan, esensi tersebut diserahkan sepenuhnya pada majelis hakim yang terhormat. Atas pengubahan gugatan tersebut, majelis hakim berikan waktu sampai Kamis mendatang. Yang akan diagendakan eksepsi atau pemberian jawaban dari sidang kedua tersebut. (han/ric)