URAI MASALAH: Ketua KONI Jawa Tengah Hartono dan Ketua KONI Kota Semarang Ikhwan Ubaidillah dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
URAI MASALAH: Ketua KONI Jawa Tengah Hartono dan Ketua KONI Kota Semarang Ikhwan Ubaidillah dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
URAI MASALAH: Ketua KONI Jawa Tengah Hartono dan Ketua KONI Kota Semarang Ikhwan Ubaidillah dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
URAI MASALAH: Ketua KONI Jawa Tengah Hartono dan Ketua KONI Kota Semarang Ikhwan Ubaidillah dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng menaruh perhatian pada persoalan KONI Kota Semarang. Induk organisasi olahraga di Ibu Kota Jateng itu harus tetap berupaya untuk menyelesaikan persoalan pajak. Sebab, hal tersebut berpengaruh besar pada roda organisasi dan pembinaan kepada atlet.

”Sebagai pengurus KONI, harus tetap memegang teguh prinsip organisasi yakni melakukan pembinaan olahraga. Kami yakin, persoalan ini bisa diselesaikan jika terus menjalin komunikasi dengan Pemkot dan DPRD Kota Semarang. Tak ada permasalahan yang tak bisa diselesaikan,” tutur Ketua Umum KONI Jateng Hartono.

KONI Jateng, kata dia, membuka pintu selebar mungkin untuk berdiskusi terkait persoalan ini. Meski ada independensi dalam hal dana hibah, KONI Kota Semarang tetap anggota KONI Jateng. Ada semacam tanggung jawab moral untuk ikut mencarikan jalan keluar persoalan tersebut. Seperti diketahui, KONI Kota Semarang menunggak pajak senilai Rp 747 juta di 2014.