Desak Efisiensi, Terbebani Bayar Fee Pengurus PKPU

207
Jameslin James Purba (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
Jameslin James Purba (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
Jameslin James Purba (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
Jameslin James Purba (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana didorong untuk terus melakukan efisiensi. Menyusul bergulirnya permasalahan upah atau fee tim pengurus dalam sidang perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diduga mencapai Rp 6 miliar.

Kuasa hukum 50 pemohon (anggota) KSP Intidana, Eka Widhiarto menilai fee pengurus yang diduga mencapai Rp 6 miliar merupakan kerugian yang timbul dan akan dibebankan ke anggota koperasi. Ia mencontohkan, sebagai pembanding hutang pemerintah kepada bank dunia, di mana hal tersebut adalah utang rakyat.

”Maka dari itu, KSP Intidana perlu segera melakukan efisiensi, harus ada pengurangan pegawai. Kalau tidak dilakukan, sama saja akan menggerus uang anggota koperasi untuk membayar gaji pegawai dan para manajer,” kata Eka saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (11/1) kemarin.