PDIP Bawa Bukti Kecurangan Sistematis

Tuding Bupati Amat Antono Tak Netral

347
DIRGAHAYU KE-43: Dari kiri; Bambang Haryanto Baharudin, Maria Tri Mangesti, Peni Dyah Perwitosari, Soetjipto, Ahmad Ridwan, dan Samirun usai memotong tumpeng dalam doa bersama HUT ke-43 PDI Perjuangan. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
DIRGAHAYU KE-43: Dari kiri; Bambang Haryanto Baharudin, Maria Tri Mangesti, Peni Dyah Perwitosari, Soetjipto, Ahmad Ridwan, dan Samirun usai memotong tumpeng dalam doa bersama HUT ke-43 PDI Perjuangan. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
DIRGAHAYU KE-43: Dari kiri; Bambang Haryanto Baharudin, Maria Tri Mangesti, Peni Dyah Perwitosari, Soetjipto, Ahmad Ridwan, dan Samirun usai memotong tumpeng dalam doa bersama HUT ke-43 PDI Perjuangan. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
DIRGAHAYU KE-43: Dari kiri; Bambang Haryanto Baharudin, Maria Tri Mangesti, Peni Dyah Perwitosari, Soetjipto, Ahmad Ridwan, dan Samirun usai memotong tumpeng dalam doa bersama HUT ke-43 PDI Perjuangan. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – DPD PDI Perjuangan Jateng optimistis menang dalam gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi terhadap hasil pilkada Kabupaten Pekalongan. Partai berlambang banteng moncong putih tersebut menyertakan sejumlah bukti kuat yang membuktikan terjadi kecurangan sistematis. Di antaranya adanya coblosan ganda di hampir seluruh tempat pemungutan suara (TPS).

Bukti sebanyak 2 kardus besar tersebut di antaranya berupa dokumen C7 berupa absensi pemilih yang dicocokkan dengan daftar pemilih tetap (DPT). Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng Ahmad Ridwan mengatakan bukti yang dilampirkan di antaranya adanya pemilih yang sudah meninggal namun bisa mencoblos hingga 3 kali. Selain itu ada coblosan ganda yang jika dijumlah bisa melebihi selisih suara dua pasangan calon yang bertarung. ”Coblosan ganda ini ada kasusnya di hampir semua TPS. Kalau dijumlah bisa sampai 3.000 suara,” katanya di sela doa bersama Peringatan HUT ke-43 PDI Perjuangan di Panti Marhaenis, kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, Minggu (10/1).

Selain itu, ada pemilih yang saat pencoblosan berada di luar kota, namun hak pilihnya digunakan orang lain. ”Ada istri yang berani bersaksi di atas kertas bermeterai bahwa saat hari pencoblosan suaminya sedang di luar kota,” imbuhnya.

Tim kuasa hukum PDI Perjuangan Jateng juga menyertakan bukti dugaan ketidaknetralan Bupati Pekalongan Amat Antono ke MK pada 21 Desember lalu. Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Haryanto Baharudin menyatakan Antono yang masih menjabat Bupati masuk sebagai Penasihat Tim Sukses pasangan Asip Kholbihi–Arini Harimurti. Arini sendiri merupakan istri Amat Antono. ”Nama Pak Amat Antono tercatat dalam struktur tim sukses yang diserahkan ke KPU. Maka kami bisa mengasumsikan yang bersangkutan tidak netral karena menguntungkan salah satu pasangan calon,” tandasnya.

Menurutnya, dalam aturan, kepala daerah harus cuti jika mau kampanye. Padahal Antono masuk dalam tim sukses yang sifatnya permanen selama pilkada berlangsung. ”Maka bisa saja dalam setiap aktivitasnya sebagai Bupati, dia juga berkampanye sebagai tim sukses,” katanya.

Pilkada Kabupaten Pekalongan diikuti pasangan Riswadi-Nurbalistik (PDIP) dan Asip Kholbihi-Arini Harimurti (PKB). Hasil rekapitulasi suara KPU Kabupaten Pekalongan menyebutkan pasangan Asip Kholbihi-Arini Harimurti memperoleh 250.523 suara atau 50,30 persen dari total suara sah. Mereka mengalahkan Riswadi-Nurbalistik yang memperoleh 247.553 suara atau 49,70 persen. Selisih suara keduanya hanya 2.970 atau 0,60 persen. PDI Perjuangan Jateng sendiri sementara meraih kemenangan di 12 pilkada di provinsi ini.

Hadir dalam acara kemarin, Wakil Ketua DPD Soetjipto, beberapa anggota FPDIP DPRD Jateng, serta kader dan simpatisan partai. Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Soetjipto yang diserahkan kepada anggota FPDIP DPRD Jateng Ahmad Ridwan dan Peni Dyah Perwitosari. (ric/ce1)