Sudah Dipidana 2 Tahun, Kini Dituntut 1,5 Tahun

394

MANYARAN – Komisaris PT Tegar Arta Kencana, Agus Yuniarto, dituntut 1 tahun 6 bulan (1,5 tahun) penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambarawa atas perkara dugaan korupsi proyek pembangunan fasilitas pendukung pacuan kuda Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang pada 2012. Agus sendiri adalah terpidana 2 tahun penjara dalam kasus korupsi pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) GOR Indoor Salatiga 2011.

Dalam tuntutannya, JPU menyebutkan akibat perbuatan terdakwa Agus Yuniarto bersama Ade Fadjar Wiradi Djati menyalahgunakan wewenang, negara dirugikan sekitar Rp 208.322.925 dari hasil audit BPKP Jateng. Namun dalam penyidikannya, terdakwa Agus telah mengembalikan Rp 88,2 juta pada Maret lalu, dan masih sisa Rp 120,3 juta.

”Menuntut majelis hakim yang memeriksa perkara tersebut untuk menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Agus Yuniarto selama 1 tahun 6 bulan penjara, serta mewajibkan bagi terdakwa membayar pidana denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan ditambah pidana membayar uang pengganti (UP) kerugian negara sekitar Rp 120,3 juta subsider 3 bulan kurungan,” kata JPU Sulistyo Utomo, di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang yang dipimpin Alimin R Sardjono, kemarin.

JPU Sulistyo menyatakan, terdakwa Agus Yuniarto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi melanggar pasal 3 UU Nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP sesuai dakwaan subsider.

Dalam pertimbangan JPU menyebutkan hal yang memberatkan bagi terdakwa, tindakannya telah merugikan negara dan tidak mendukung program pemberantasan korupsi pemerintah. ”Hal meringankan, terdakwa sudah mengembalikan sekitar Rp 88 juta, bersikap sopan, berterus terang dan menyesali,” ujarnya.

Seperti diketahui, kasus ini juga menyeret beberapa pejabat yang sudah ditetapkan tersangka, di antaranya mantan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) yang sekarang aktif di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Semarang, Ade Fajar. Penyidik kejaksaan juga telah menetapkan Tri Budi Purwanto, Komisaris PT Harmony International Technology (HIT) dan Thomas Hartono, selaku pelaksana sebagai tersangka.

Sedangkan Agus Yuniarto juga tercatat sebagai terpidana 2 tahun penjara kasus korupsi pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) GOR Indoor Salatiga 2011. Sementara Tri Budi Purwanto kini duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor Semarang dan didakwa korupsi proyek kolam retensi Muktiharjo Kidul Pedurungan Semarang 2014 bersama Direktur PT HIT, Handawati Utomo.