Pengusaha Angkutan Ogah Turunkan Tarif

202
TARIF TETAP: Sejumlah armada angkutan kota diparkir di kawasan Kota Lama, Semarang. Meski harga BBM turun, pengusaha angkutan umum belum menurunkan tarif. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TARIF TETAP: Sejumlah armada angkutan kota diparkir di kawasan Kota Lama, Semarang. Meski harga BBM turun, pengusaha angkutan umum belum menurunkan tarif. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TARIF TETAP: Sejumlah armada angkutan kota diparkir di kawasan Kota Lama, Semarang. Meski harga BBM turun, pengusaha angkutan umum belum menurunkan tarif. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TARIF TETAP: Sejumlah armada angkutan kota diparkir di kawasan Kota Lama, Semarang. Meski harga BBM turun, pengusaha angkutan umum belum menurunkan tarif. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar seolah tidak digubris para pengusaha angkutan umum. Mereka tetap mematok tarif yang sama dengan dalih penurunan harga BBM kurang signifikan.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Tengah Karsidi Budi Anggoro menjelaskan, tarif angkutan umum yang dipatok selama ini sebenarnya sudah mepet. ”Pemerintah menerapkan tarif batas atas Rp 169 per km tiap penumpang, sedang tarif keekonomian seharusnya Rp 235 per km tiap penumpang. Sementara harga BBM hanya turun 0,025 persen. Bagaimana mungkin kami harus menurunkan tarif,” ungkap Karsidi saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dia hanya berharap, masyarakat bisa mengerti kondisi angkutan umum. Begitu juga pemerintah, tidak tergesa-gesa memastikan penurunan tarif. ”Kami sebagai pengusaha juga masih melakukan penyesuaian dengan kondisi harga kenaikan BBM sebelumnya,” cetusnya.

Silakan beri komentar.