Dewan Tolak Permintaan Hibah BPK RI

Tempat Penangkapan Pangeran Diponegoro

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

Ali Mansur HD (Miftahul A’la/Jawa Pos Radar Semarang)
Ali Mansur HD (Miftahul A’la/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – DPRD Jawa Tengah menolak permintaan hibah tanah seluas 2.778 m2 yang diajukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di Jalan Diponegoro No 1 Kota Magelang. Penolakan dilakukan karena dinilai bakal merusak cagar budaya. Sebab lokasi yang diminta merupakan tempat perundingan dan penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830 silam. Rencananya tanah tersebut bakal digunakan untuk pembangunan Museum BPK RI.

Sekretaris Komisi A DPRD Jawa Tengah, Ali Mansur HD mengatakan, saat ini BPK RI menggunakan lahan seluas 296 m2 di lokasi tersebut. Tapi BPK RI ingin meminta hibah lahan lagi seluas 2.778 m2 milik Bakorwil 2 untuk pengembangan museum BPK RI. ”Persoalan muncul, karena lahan yang diminta merupakan kompleks cagar budaya. Itu tempat bersejarah,” katanya, kemarin.

Komisi A DPRD Jawa Tengah sudah meninjau lokasi yang dimaksud. Kompleks tersebut merupakan cagar budaya dan bersejarah. Dewan sebenarnya mengapresiasi keinginan BPK RI untuk mengembangkan museum BPK. Apalagi di lokasi tersebut, ada dua ruangan yang pernah dijadikan kantor BPK RI tahun 1946-1947. ”Sebenarnya satu bulan minimal 300 pengunjung yang datang. Tapi itu di museum lokasi penangkapan Pangeran Diponegoro, lalu baru diarahkan ke Museum BPK yang ada dalam satu kompleks,” ujarnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Pembunuh Juragan Toko Bangunan Divonis 10 Tahun

KRAPYAK - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Tri Purnomo, 31, warga Tlogomulyo, Pedurungan. Terdakwa adalah pelaku pembunuhan...

Bamiyan-Borobudur dalam Pameran Warisan Budaya

MUNGKID— Palestina dan Indonesia melakukan kerja sama pameran budaya bangsa antardua negara di komplek Taman Wisata Candi Borobudur. Pameran tentang warisan budaya dua negara...

Prostitusi Online Marak

RADARSEMARANG.COM, TEGAL–Dulu para wanita Pekerja Seks Komersil (PSK) melakukan bisnis lendir dengan cara konvensional, seperti mangkal di emperan jalan atau lokalisasi. Seiring dengan perkembangan...

Warga Protes PT Pinako Rotary Permai

PRINGAPUS-Pabrik pengolahan kayu dan mabel, PT Pinako Rotary Permai di Jalan Candirejo Pringapus, Kabupaten Semarang diprotes warga. Lantaran, diduga kuat limbahnya mencemari lingkungan sekitar....

More Articles Like This

- Advertisement -