RAMAI: Sejumlah penumpang bersiap naik BRT di shelter Jalan Pemuda, Semarang. Hilangnya meteran listrik akibat dicuri membuat sejumlah shelter gelap. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
RAMAI: Sejumlah penumpang bersiap naik BRT di shelter Jalan Pemuda, Semarang. Hilangnya meteran listrik akibat dicuri membuat sejumlah shelter gelap. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
RAMAI: Sejumlah penumpang bersiap naik BRT di shelter Jalan Pemuda, Semarang. Hilangnya meteran listrik akibat dicuri membuat sejumlah shelter gelap. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
RAMAI: Sejumlah penumpang bersiap naik BRT di shelter Jalan Pemuda, Semarang. Hilangnya meteran listrik akibat dicuri membuat sejumlah shelter gelap. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

NGALIYAN – Gelapnya shelter Bus Rapid Transit (BRT) bukan karena pengelola tidak memasang lampu. Sejumlah shelter diketahui gelap lantaran meteran listrik yang dipasang dicuri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Petugas listrik BRT, Supri, mengatakan sedikitnya ada 10 unit meteran listrik yang hilang dicuri seperti di shelter Cangkiran, Ngaliyan, Jrakah dan masih banyak lagi. ”Banyak yang dicuri orang, dengan cara dipotong kabelnya dan diambil meterannya,” ujarnya.

Menurut dirinya, listrik di shelter BRT yang tergolong masih baru itu digunakan untuk penerangan dan mesin tiket di shelter. Namun belum sempat difungsikan, sejumlah meteran listrik hilang dicuri orang.