SEMARANG – Para dokter spesialis kelamin yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) khawatir dengan meningkatnya penyebaran HIV/AIDS di kalangan pelajar. Penyebaran penyakit mematikan tersebut ditengarai ikut dipengaruhi maraknya pergaulan bebas.

Terlebih saat ini banyak layanan di internet yang menyediakan tayangan tentang situs dewasa. DR dr Renny Yuniati, SpKK, mengaku kaget ketika melakukan konseling di lokalisasi Sunan Kuning Semarang. Dirinya mendapati, ada remaja seusia SMA menyewa PSK di sana. ”Saya kaget karena remaja itu masih pakai seragam (hanya celana, Red) SMA dan berani menyewa PSK,” ujarnya di hadapan guru dan siswa yang mengikuti Seminar ”Hidup Sehat dan Bahagia Bebas Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS” di Gedung Balai Kota Semarang, Kamis (7/1).

Menurutnya hal itu terjadi akibat ketidaktahuan remaja mengenai risiko terkena penyakit kelamin. Padahal penyebaran penyakit menular banyak terjadi di lokalisasi. Seminar digelar dalam rangka ulang tahun ke-50 Perdoski. Selain seminar juga digelar lomba yel-yel, poster, pidato, dan penulisan inspiratif.

Renny, yang juga pengurus Perdoski cabang Semarang mengatakan, saat ini terjadi peningkatan orang terkena HIV dan infeksi menular seksual akibat seks bebas. Bahkan dari riset yang dilakukan, diketahui usia pasien bergeser dari usia dewasa muda sekitar 25 tahun ke atas, ke usia remaja yakni 15-18 tahun. ”Tren remaja terkena HIV meningkat akibat melakukan seks bebas. Ini akibat ketidaktahuan remaja dengan risiko terinfeksi,” ujarnya.

Renny mengaku prihatin dengan kondisi remaja yang sudah terkena penyakit kelamin. ”Dalam menjalankan tugas sebagai dokter, saya kerap menemui pasien remaja yang konsultasi karena terkena penyakit kelamin,” katanya. Menurut dia, ada yang terkena keputihan, raja singa, dan lain sebagainya. Ada juga remaja perempuan yang saat konsultasi mengaku sudah kehilangan keperawanan. ”Dan setelah kami periksa, ternyata memang sudah tidak perawan lagi. Inilah yang mengkhawatirkan,” ujarnya.