SEMARANG – Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jateng tetap akan memberlakukan promosi degradasi bagi pembalap Jateng yang akan tampil di PON XIX/2016. Ini artinya tidak ada zona aman bagi atlet yang telah lolos ke PON 2016 di semua nomor yakni crosscountry, BMX, Downhill, kriterium, trek dan road race. Total ada 16 atlet yang lolos by number, namun terancam pencoretan.

Program ini rencananya dilakukan mulai bulan Maret 2016 mendatang. ISSI Jateng masih akan mencari pembalap yang terbaik yang akan diturunkan di ajang multicabang empat tahunan tersebut. ”Promosi degradasi ini kami lakukan untuk menjaga atmosfer kompetisi di pembalap. Usai agenda tersebut, barulah kami melakukan pemusatan latihan PON XIX. Kami masih merancang mekanis promosi degradasi ini. Kemungkinan, mekanisme pelaksanaannya dibarengkan dengan kejurprov balap sepeda,” jelas Sekretaris Umum ISSI Jateng Ronny Guritno, kemarin.

Jateng sendiri meloloskan 16 pembalap di semua nomor. Pada babak kualifikasi, provinsi ini meraih dua emas dan empat perak. Menempatkan di urutan keempat. Emas semata wayang Jateng disumbangkan oleh pembalap andalan mereka yaitu Tony Syarifudin di nomor BMX. Kemudian dua medali perak diraih oleh Khoiful Mukhib di nomor downhill putra dan Nining di downhill putri.

Juara umum pada babak kualifikasi berhasil diraih oleh Jawa Timur dengan 5 emas, 1 perak dan 4 perunggu. Kemudian Jawa Barat menguntit dengan raihan yang sama 5 emas, 1 perak dan 4 perunggu disusul DI Jogjakarta dengan raihan 2 emas, 6 perak dan 4 perunggu.

Terkait target di PON XIX, Roni tak mau berbicara terlalu banyak. Saat ini, pengurus dan pelatih masih fokus mempersiapkan promosi degradasi bagi pembalap,”Ya target awal kami tak jauh dari hasil babak kualifikasi nanti. Kami masih melihat perkembangan atlet saat menjalani pelatda nanti. Di situlah baru bisa berbicara mengenai target PON XIX,” papar dia.

Nama-nama pembalap andalan Jateng seperti Khalista Heffiana, Toni, Endrawan, dan Tiara Andini tetap turun di ajang promosi degradasi tersebut. Ronny menjelaskan, jika mekanisme dibarengkan dengan kejurprov maka bisa saja bersifat open. Artinya, semua pembalap di Jateng bisa mengikuti. (bas/smu)