Jpeg

PEKALONGAN-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan menunda sidang gugatan warga Soko Duwet Pekalongan Selatan Kamis (7/1) mendatang, terkait pembangunan tol Batang-Pemalang. Lantaran materi gugatan salah.

Dari pantuan Jawa Pos Radar Semarang, awalnya majelis hakim menunda, karena tergugat Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pekalongan Hery Sulistyo dan Lurah Soko Duwet tidak membawa identitas diri terkait jabatannya.

Saat dikonfirmasi setelah sidang, Hery menjelaskan, penundaan ini memberikan waktu antar penggugat dan tergugat untuk mediasi. Karena warga sudah salah sangka, sehingga gugatannya tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang. “Seharusnya mereka menggugat keberatan masalah harga, tapi ini yang lain. Kenapa yang digugat BPN dan lurah, kita berdua tidak tahu apa-apa.

Seharusnya Apresial yang digugat, karena mereka yang menentukan harganya,” ucapnya.

Selain itu, menurutnya kalau gugatan masalah harga, juga tidak bisa tawar menawar. Untuk itu, gugatan salah fatal. Padahal menurut Hery, sudah difasilitasi, tapi mereka malah lebih mempercayai orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Meski begitu, pihaknya tetap beritikat baik. Walaupun sebenarnya menurut hukum, jika 14 tidak ada keberatan harga. Maka harga konsinyasi akan digunakan. Namun akan dilihat, apakah majelis hakim memperbolehkan perubahan gugatan, atau seperti apa. Namun untuk gugatan yang subtansional, tidak bisa diubah.

Sementara itu, dijelaskan pengacara yang ditunjuk warga Yurofiqun, mengatakan bahwa sebelum menunjuk dirinya mewakili dalam sidang tersebut, warga sudah mengajukan gugatan.
Dirinya mengakui, jika dilihat dari hukum terapan, gugatan ini memang salah alamat. Karena masyarakat menggugat pemindahan lokasi untuk dibatalkan.