Abdul Haris Semendawai (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Abdul Haris Semendawai (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Abdul Haris Semendawai (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Abdul Haris Semendawai (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melalui surat bernomor R-1953/1.DPP-LPSK/08/2015 pernah memberikan imbauan kepada Kapolrestabes Semarang. Isinya agar pihak kepolisian memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi atas raibnya dana kas daerah (kasda) milik Pemkot Semarang sejak 2009-2015 sebesar Rp 21,7 miliar di Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) cabang Pandanaran Semarang.

Namun rekomendasi tersebut sepertinya diabaikan, hingga puncaknya Diah Ayu Kusumaningrum (DAK) bicara blak-blakan saat menjadi saksi di Pegadilan Tipikor Semarang, Selasa (5/1) lalu. Mantan karyawati BTPN Cabang Pandanaran itu mengungkap sejumlah nama pejabat Pemkot Semarang yang diduga terlibat ’bancakan’ dana kasda tersebut.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai itu secara jelas menduga ada keterlibatan orang lain, selain Diah Ayu yang sudah dijadikan tersangka bersama Kepala UPTD Kasda Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemkot Semarang, Suhantoro.