UNGARAN-Penyidikan kasus penganiayaan siswa MTs Miftahul Khoirot Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat berinisial AR yang dilakukan oleh gurunya terus berlanjut. Rabu (6/1) kemarin, penyidik Polres Semarang melimpahkan tersangka yakni, KU dan barang buktinya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa.

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian mengatakan bahwa berita acara pemeriksaan (BAP) sudah diserahkan ke Kejari Ambarawa pada pelimpahan tahap pertama. Setelah dilakukan koreksi dan dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Ambarawa, tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke Kejari Ambarawa. Barang bukti yang diserahkan yakni buku tebal yang terdapat bercak darah dan hasil visum dari rumah sakit. Sedangkan pasal yang disangkakan adalah pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 juncto pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. “Setelah tersangka diserahkan, selanjutnya dititipkan ke Lapas Ambarawa atas permintaan jaksa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Ambarawa, Said Muhammad mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polres Semarang. Selanjutnya pihaknya merampungkan rencana dakwaan (Rendak) yang sudah mulai disusun ketika sudah menerima BAP dari kepolisian.

“Penyusunan rencana dakwaan tersebut mendasari BAP dari penyidik Polres Semarang. Saat ini Rendak tinggal koreksi dan mencocokkan dengan keterangan terdakwa. Setelah selesai Rendak segera kami kirim ke Pengadilan Negeri Ungaran. Paling tidak sebelum masa tahanan 20 hari habis sudah diterima di Pengadilan,” tuturnya. (tyo/ida)