Dwiarso Budi Santiarto (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Dwiarso Budi Santiarto (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Dwiarso Budi Santiarto (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Dwiarso Budi Santiarto (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Upah atau fee tim pengurus dalam sidang perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang menimpa Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana yang berakhir damai pada 17 Desember 2015 lalu disoal. Pasalnya, fee yang akan dikucurkan kabarnya mencapai Rp 6 miliar.

Ketua majelis hakim pemutus perkara PKPU KSP Intidana, Dwiarso Budi Santiarto, mengatakan, dalam penetapan yang dilakukan pihaknya, fee pengurus tidak lebih 1 persen dari total jumlah tagihan sekitar Rp 930 miliar. Dalam penetapan jumlah upah tersebut, pihaknya hanya mempertimbangkan lamanya kerja tim pengurus, kerumitan, dan pertimbangan lain.

Pengajuan fee tersebut, lanjut Dwiarso, masuk dari tim pengurus PKPU dan pihaknya sudah menyetujui penetapannya. Hanya saja, dirinya mengaku lupa jumlah nominalnya. ”Jumlah nominalnya mohon maaf saya lupa, tapi tidak ada 1 persen, hanya berkisar di angka 0,0 berapa persen gitu, saya lupa jumlah tepatnya,” kata Dwiarso saat dihubungi wartawan, Rabu (6/1).