ILEGAL: Bangunan liar di bantaran Sungai Kalijajar yang membentang antara Kadilangu, Kecamatan Demak Kota hingga Kecamatan Dempet makin menjamur. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
ILEGAL: Bangunan liar di bantaran Sungai Kalijajar yang membentang antara Kadilangu, Kecamatan Demak Kota hingga Kecamatan Dempet makin menjamur. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
ILEGAL: Bangunan liar di bantaran Sungai Kalijajar yang membentang antara Kadilangu, Kecamatan Demak Kota hingga Kecamatan Dempet makin menjamur. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
ILEGAL: Bangunan liar di bantaran Sungai Kalijajar yang membentang antara Kadilangu, Kecamatan Demak Kota hingga Kecamatan Dempet makin menjamur. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Ratusan bangunan liar yang berada di bantaran Sungai Kalijajar antara Kracaan, Kecamatan Demak Kota hingga wilayah Kecamatan Dempet makin menjamur. Bangunan semi permanen dan permanen terus tumbuh dan belum ada tindakan tegas. Padahal, bangunan yang menempati bantaran sungai tersebut secara langsung turut mengganggu daerah aliran sungai (DAS) yang menjadi sumber air warga tersebut.

Jika tidak diatasi, dalam jangka panjang dapat menyebabkan banjir karena bantaran sungai terus berkurang. Kasatpol PP Pemkab Demak, Yulianto mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah pernah melaporkan banyaknya bangunan liar tersebut ke instansi terkait termasuk ke Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Pertambangan dan Energi (DPUPPE) Pemkab dan ke Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jateng. Namun, hingga kini belum ada tindakan. Menurutnya, DPUPPE yang memiliki UPTD disetiap kecamatan seharusnya mampu mencegah maraknya bangunan liar tersebut. Dia menambahkan, tahun-tahun sebelumnya setiap kecamatan diberi surat edaran dan camat diminta untuk ikut mengawasi bangunan liar tersebut. Namun, sejak 2015 tidak ada lagi surat edaran tersebut. “Kita ikut prihatin karena bangunan liar dipinggir sungai termasuk di tepi Sungai Kalijajar ini banyak sekali. Sudah ratusan bangunan didirikan untuk berbagai macam usaha,” katanya.