SANGGA BAMBU : Atap penyangga ruang kelas di SDN Slatri 03 Brebes terpaksa disangga dengan puluhan bambu untuk menghindari ambruknya bangunan tersebut. (ISMAIL FUAD/RADAR BREEBS)
SANGGA BAMBU : Atap penyangga ruang kelas di SDN Slatri 03 Brebes terpaksa disangga dengan puluhan bambu untuk menghindari ambruknya bangunan tersebut. (ISMAIL FUAD/RADAR BREEBS)
SANGGA BAMBU : Atap penyangga ruang kelas di SDN Slatri 03 Brebes terpaksa disangga dengan puluhan bambu untuk menghindari ambruknya bangunan tersebut. (ISMAIL FUAD/RADAR BREEBS)
SANGGA BAMBU : Atap penyangga ruang kelas di SDN Slatri 03 Brebes terpaksa disangga dengan puluhan bambu untuk menghindari ambruknya bangunan tersebut. (ISMAIL FUAD/RADAR BREEBS)

BREBES-Sejumlah ruang kelas di SD Negeri Slatri 03 Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes nyaris ambruk. Kondisi tersebut memaksa puluhan siswa-siswi sekolah tersebut harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di luar kelas. Sementara untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, bangunan atap yang sudah keropos disangga dengan kayu bambu.

Puluhan siswa-siswi dari kelas 1dan 2 SDN Slatri 03 tersebut sudah dua hari ini tetap bersemangat, kendati belajar di lesehan di teras sekolah. Ruang kelas mereka sudah lama rusak. Tiang gelagar dan kuda-kuda pada atap bangunan kelas mereka sudah keropos dan rawan ambruk. Selain faktor usia, kualitas bangunan juga disinyalir menyebabkan kondisinya mudah rusak. Padahal, bangunan tersebut terakhir direnovasi pada tahun 2003 silam.

“Sudah dua hari, anak-anak belajar di luar ruang kelas karena kondisi kelasnya tidak bisa dipakai. Sudah hampir ambruk dan bisa mengancam keselamatan anak-anak,” tutur Kasturi, salah satu komite di SDN Slatri 03, Selasa (5/1) kemarin.