SEMARANG – Berdasarkan Analisis Beban Kerja (ABK) yang sudah dituangkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB), kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jateng mencapai 21.490. Sementara hingga Desember lalu, tercatat baru ada 16.270 PNS di provinsi ini.

”Artinya, butuh 5.220 PNS. Tapi hingga saat ini, belum ada instruksi dari Men PAN-RB mengenai kapan dilaksanakan pendaftaran CPNS,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Indriyani, Selasa (5/1).

Untuk mengantisipasi kekurangan itu, Indri memilih jalan mutasi. Menarik para PNS yang ada di luar provinsi atau antar kabupaten/kota di Jateng, demi mendapatkan tenaga yang sesuai dengan kebutuhan. Meski begitu, tidak semua kursi kosong akan diisi dari hasil mutasi. Hanya untuk beberapa bidang saja yang memang mendesak untuk segera dipenuhi. Seperti hukum, akuntansi, dan auditor. ”Mutasi ini tetap melewati tes yang ketat agar benar-benar mendapat tenaga yang kompeten di bidangnya,” imbuhnya.

Selain mutasi, BKD juga melakukan promosi terbuka lewat scouting dan talent poll untuk mengisi jabatan di eselon 3 dan 4. Sebab, tahun ini, akan ada 51 pejabat yang pensiun dari eselon 3 dan 97 pejabat dari eselon 4. ”Kalau total PNS yang akan pensiun tahun ini ada 780. Paling banyak di bagian staf. Ada 552 PNS,” tegasnya.

Mengenai pencobotan jabatan, Indriyani mengatakan, selama periode 2015, ada 24 PNS yang dijatuhi sanksi beragam. ”Dari 24 PNS tersebut, enam di antaranya diberhentikan dengan hormat karena membolos kerja lebih dari 46 hari,” katanya.