Jateng–Jogja Bentuk Single Destination

2426
KERJA SAMA PARIWISATA: Kepala Dinbudpar Jateng Prasetyo Aribowo dan Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta saat menandatangani nota kesepahaman antara ASITA Jateng dan Jogjakarta di Hotel Manohara, kompleks Candi Borobudur, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
KERJA SAMA PARIWISATA: Kepala Dinbudpar Jateng Prasetyo Aribowo dan Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta saat menandatangani nota kesepahaman antara ASITA Jateng dan Jogjakarta di Hotel Manohara, kompleks Candi Borobudur, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
KERJA SAMA PARIWISATA: Kepala Dinbudpar Jateng Prasetyo Aribowo dan Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta saat menandatangani nota kesepahaman antara ASITA Jateng dan Jogjakarta di Hotel Manohara, kompleks Candi Borobudur, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
KERJA SAMA PARIWISATA: Kepala Dinbudpar Jateng Prasetyo Aribowo dan Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta saat menandatangani nota kesepahaman antara ASITA Jateng dan Jogjakarta di Hotel Manohara, kompleks Candi Borobudur, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

MAGELANG – Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menyepakati objek-objek wisata yang ada di kedua provinsi tersebut menjadi destinasi tunggal (single destination). Kedua provinsi yang berdampingan tersebut akan bekerja sama dalam promosi dan pemasaran daya tarik wisata.

Hal tersebut tertuang dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jateng dan ASITA DIJ tentang Kerja Sama Promosi dan Pemasaran Pariwisata. Acara digelar di Hotel Manohara, kompleks Candi Borobudur, Magelang, Selasa (5/1).

Dalam kesepakatan tersebut, travel agent Jateng dan DIJ akan mengintegrasikan pola pengembangan kemasan paket wisata yang dimiliki masing-masing wilayah. Selain itu, mereka juga akan mengenalkan potensi daya tarik wisata, serta menyusun pola perjalanan (travel pattern).