Sementara, Kapolsek Pedurungan, Kompol Hendrawan Hasan mengakui sejauh ini belum berani menyimpulkan motif dugaan bunuh diri tersebut.

”Modusnya apa kita belum sampai ke situ. Dari saksi-saksi yang kita kumpulkan di lapangan, korban bunuh diri menggorok lehernya sendiri,” katanya.

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum korban menggorok lehernya sendiri sempat melakukan keributan dengan teman kerjanya.

”Katanya di Rumah Sakit juga sempat berantem dengan temannya. Pihak keluarga juga sudah kita hubungi tapi belum ada yang datang,” terangnya.

Terpisah, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Semarang, Sutrisno mengakui korban merupakan karyawan di bagian Sistem Informasi Manajemen (SIM). ”Hari ini tidak ada rapat. Ini musibah. Kami serahkan penanganannya kepada polisi,” tegasnya.

Selain itu, dirinya juga mengakui sempat mengumpulkan karyawan namun bukan membahas pemutusan kontrak kerja. Menurutnya, untuk memutuskan kontrak kerja, harus ada rapat direksi.

”Dikumpulkan bersama karyawan lain pagi tadi bukan untuk pemutusan hubungan kontrak kerja. Kita justru akan membahas surat pengunduran diri yang diajukan oleh korban, nggondeli agar tidak keluar kerja,” pungkasnya. Sementara, nyawa korban tidak tertolong saat petugas Polsek Pedurungan datang ke lokasi untuk dibawa ke RS Bhayangkara. (mha/zal/ce1)