Cabor Lumbung Medali Seharusnya Diprioritaskan

176
KURANG PERHATIAN: Dari cabor renang, sebenarnya memperebutkan hingga 40 medali emas. Namun Jateng hanya berpotensi kurang dari lima medali emas saja. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANG PERHATIAN: Dari cabor renang, sebenarnya memperebutkan hingga 40 medali emas. Namun Jateng hanya berpotensi kurang dari lima medali emas saja. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PRAKTISI olahraga yang juga dosen FKIP UNS Surakarta Singgih Hendarto SPd, MPd, mengatakan, terhambatnya prestasi olahraga Jawa Tengah di level nasional, terutama dalam bersaing dengan provinsi besar lain di Jawa, dipicu beberapa permasalahan.

Yang utama memang persoalan anggaran. Hal tersebut hanya bisa diatasi apabila para pemegang kebijakan punya satu pemahaman, bahwa prestasi olahraga akan meningkatkan derajat dan martabat provinsi ini. Namun yang ada antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, DPRD Jawa Tengah, serta KONI Jawa Tengah tidak pernah satu suara untuk mengangkat prestasi olahraga Jawa Tengah.

Tanpa anggaran memadai, Jawa Tengah juga sangat tertinggal dari sisi infrastruktur olahraga. Dicontohkan, Kota Semarang sebagai Ibukota Jawa Tengah, yang menjadi pusat penggodokan atlet Jawa Tengah, tidak punya stadion yang representatif, serta tidak punya tempat berlatih untuk beberapa cabor yang sebenarnya lumbung medali seperti senam atau panahan. “Itu ironis, untuk latihan harus pinjam gedung atau lapangan yang sebenarnya tidak khusus untuk senam atau panahan. Bagaimana mau prestasi?,” paparnya.