Atlet Hengkang, Jateng Makin Terpuruk

259
KECEWA: Atlet biliar putri terbaik Jateng, memutuskan hijrah ke Jawa Barat. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KECEWA: Atlet biliar putri terbaik Jateng, memutuskan hijrah ke Jawa Barat. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KECEWA: Atlet biliar putri terbaik Jateng, memutuskan hijrah ke Jawa Barat. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KECEWA: Atlet biliar putri terbaik Jateng, memutuskan hijrah ke Jawa Barat. (ISMU PURUHITO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PRESTASI Kontingen Jateng bisa dibilang cukup stagnan dalam lima kali perhelatan PON terakhir. Provinsi ini selalu finish di peringkat ke empat di PON Jakarta (1996), Jatim (2000), Sumsel (2004) dan PON Riau (2012). Sedangkan di PON Kaltim tahun 2008, Jateng harus puas di posisi lima karena ketika itu kontingen tuan rumah Kaltim secara mengejutkan mampu menyodok naik ke peringkat tiga dengan raihan 116 emas.

Kabid Binpres KONI Jateng, Taufik Hidayah mengatakan, secara matematis Jateng belum bisa merusak dominasi tiga besar yang selalu diperebutkan oleh DKI Jakarta, Jabar dan Jatim. ”Kendala utama tentu masih berkutat pada problem klasik yaitu pendanaan,” kata Taufik.

Selain itu kata Taufik, Jateng juga dihadapkan pada kendala yang bersifat teknis yaitu maraknya mutasi atlet yang seakan menjadi budaya menjelang PON. Jateng sendiri selalu menjadi provinsi yang dirugikan dalam budaya mutasi atlet ke daerah lain.