TUGAS BARU : Pj Sekda Kota Pekalongan, Slamet Prihantoro mulai menjalankan tugasnya yang baru menggantikan Dwi Arie Putratnto yang kini pensiun. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUGAS BARU : Pj Sekda Kota Pekalongan, Slamet Prihantoro mulai menjalankan tugasnya yang baru menggantikan Dwi Arie Putratnto yang kini pensiun. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUGAS BARU : Pj Sekda Kota Pekalongan, Slamet Prihantoro mulai menjalankan tugasnya yang baru menggantikan Dwi Arie Putratnto yang kini pensiun. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUGAS BARU : Pj Sekda Kota Pekalongan, Slamet Prihantoro mulai menjalankan tugasnya yang baru menggantikan Dwi Arie Putratnto yang kini pensiun. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Didapuk menjadi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Slamet Prihantoro meminta semua pegawai dan pejabat di lingkungan Pemkot Pekalongan tidak kagetan. Terutama, jika nanti terjadi banyak perubahan struktur organisasi. “Tugas utama saya saat ini adalah menyamakan persepsi. Baik dengan kepala SKPD maupun semua pegawai,” ucapnya.

Pastinya, kata Toto –sapaan intim Slamet Prihantoro-, akan terjadi pergantian pimpinan dari Pj Wali Kota Pekalongan, Prijo Anggoro BR dengan Wali Kota definitif Alf Arslan Djunaid atau biasa disapa Alex. “Jika Paka Alex dilantik, pasti akan banyak perubahan pejabat di lingkungan Pemkot,” tandasnya.

Sebagai supporting staff, dirinya sadar harus mengatur birokrat agar tidak kaget, jika nantinya akan banyak perubahan. Untuk itu, posisinya diuntungkan diangkat sebagai Pj Sekda, tidak sekedar Plt.

“Selain harus menjalani tugas kepemerintahan, pekerjaan yang harus segera ditanganinya adalah Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pekalongan pada April mendatang. Kami ingin lebih meriah dan banyak hal baru,” ucapnya.

Diungkapkan lebih lanjut, terkait perayaan HUT tersebut, diakuinya sudah banyak ide baru yang bermunculan. Seperti ide dari rekan-rekan wartawan, dengan menggelar Pekalongan 10 K (lomba lari maraton 10 Km). (han/ida)