Mereka memastikan lolos ke PON setelah masuk ranking keenam dan tujuh nasional berdasarkan Peringkat Nasional Pelti (PNP) yang dimiliki salah satu petenisnya. Setelah batas akhir penentuan PNP pada 31 Juli lalu, PP Pelti mengeluarkan Surat Keputusan nomor 215/KU/VII/2015 tentang tujuh tim putra-putri yang lolos, di luar tim Jabar yang langsung lolos.

Berdasarkan SK PP Pelti, urutan teratas putra adalah Papua dengan PNP 20, Disusul Jatim (23), DKI Jakarta (37), Kaltim (44), Kalimantan Utara (54), Jateng (55) dan Papua Barat (56). Sedangkan peringkat tim putrinya, DKI Jakarta (8), Jatim (38), Papua (38), Kaltim (48), Kalsel (56), Kalimantan Utara (68) dan Jateng (69). ”Kami akan berusaha keras mempertahankan tradisi emas PON. Persaingan di Jabar nanti lebih berat dari petenis tuan rumah, Jakarta, dan Riau. Persiapan harus dilakukan dengan baik dan terukur. Kami yakin, anak-anak punya kemampuan,” tandas Budi.

Terpisah, Kabid Litbang Pelti Jateng Tri Nuharsono Namun Tri menambahkan, hasil pemeringkatan untuk lolos PON, bukan merupakan acuan dalam drawing di PON kelak. “Di PON kelak, undiannya berdasarkan ranking PNP terakhir ketika jelang PON. Kami akan dorong petenis agar ikut turnamen TDP yang tersisa agar rankingnya naik,” katanya.

Pihaknya juga berharap Jateng posisinya bisa menembus empat besar agar mendapat seeded,”Kalau kita masih bertahan hingga pelaksanaan temu teknik, bisa-bisa kita langsung ketemu unggulan,” katanya. (bas/smu)