Kontraktor Jalan Tlogosari Di-Blacklist

247
BELUM TUNTAS: Salah satu jalur Jalan Tlogosari Raya yang masih menyisakan pekerjaan 11 persen. Dan akan disempurnakan pada tahun ini. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELUM TUNTAS: Salah satu jalur Jalan Tlogosari Raya yang masih menyisakan pekerjaan 11 persen. Dan akan disempurnakan pada tahun ini. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELUM TUNTAS: Salah satu jalur Jalan Tlogosari Raya yang masih menyisakan pekerjaan 11 persen. Dan akan disempurnakan pada tahun ini. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELUM TUNTAS: Salah satu jalur Jalan Tlogosari Raya yang masih menyisakan pekerjaan 11 persen. Dan akan disempurnakan pada tahun ini. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Dinas Bina Marga Kota Semarang melakukan blacklist terhadap PT Harmony International Technology selaku pelaksana proyek peningkatan Jalan Tlogosari Raya. Sanksi itu dijatuhkan karena kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang telah ditentukan.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminuddin menjelaskan, hingga batas waktu pengerjaan tanggal 31 Desember 2015 lalu, kontraktor hanya mampu menyelesaikan 89 persen. Hal tersebut tentu merugikan Pemkot Semarang dan masyarakat pengguna jalan. ”Setelah berbagai pertimbangan dan masukan kita akhirnya putus kontrak dan pastinya diikuti sanksi lain, seperti jaminan pelaksanaan (Rp 500 juta) tidak kita cairkan. Hasil perhitungan kita volume pekerjaannya Rp 89 persen dengan total nilainya Rp 16 miliar,” tegas Iswar.

Lebih lanjut Iswar menuturkan di 2016 pihaknya kembali menganggarkan Rp 20 miliar untuk penyelesaian sisi kanan sekaligus sisi kiri Jalan Tlogosari Raya tersebut. Dua jalur tersebut akan dibeton.

Sementara, anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono sangat mendorong kepada Pemerintah Kota Semarang untuk lebih mengoptimalkan pekerjaan pembetonan Jalan Tlogosari Raya. Menurutnya, program tersebut untuk kepentingan masayarakat. ”Itu kan program prioritas. Pemkot harus mengoptimalkan pekerjaan itu. Untuk tahun ini harus selektif dalam mencari kontraktor. Jangan sampai molor lagi atau tidak tuntas lagi seperti sebelumnya,” tandasnya. (zal/ce1)