PARKIR LIAR: Sejumlah titik larangan parkir justru dimanfaatkan para jukir liar untuk mengais keuntungan. Seperti di kawasan pedestrian, utamanya saat hari libur. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PARKIR LIAR: Sejumlah titik larangan parkir justru dimanfaatkan para jukir liar untuk mengais keuntungan. Seperti di kawasan pedestrian, utamanya saat hari libur. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PARKIR LIAR: Sejumlah titik larangan parkir justru dimanfaatkan para jukir liar untuk mengais keuntungan. Seperti di kawasan pedestrian, utamanya saat hari libur. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PARKIR LIAR: Sejumlah titik larangan parkir justru dimanfaatkan para jukir liar untuk mengais keuntungan. Seperti di kawasan pedestrian, utamanya saat hari libur. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Di awal 2016 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bertekad meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir. Salah satunya adalah rencana digunakannya alat parking meter di beberapa titik parkir di Kota Semarang. Hal ini juga tidak terlepas dari target PAD Pemkot Semarang 2016 dari sektor parkir yang mencapai Rp 3,6 miliar.

”Perolehan pada 2015 akan kita perbaiki pada 2016 ini. Yaitu dengan mengoptimalkan masing-masing titik parkir yang ada di Kota Semarang,” ungkap Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang Tri Wibowo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (3/1).

Untuk diketahui, PAD Pemkot Semarang dari sektor parkir pada 2015 lalu ditargetkan Rp 3,5 miliar. Akan tetapi hanya terealisasi Rp 2,8 miliar atau 76 persen.

Tri Wibowo menjelaskan, salah satu cara melakukan optimalisasi parkir adalah dengan menggunakan alat parking meter seperti yang telah diterapkan di DKI Jakarta. Nantinya beberapa titik parkir akan dipasang alat yang dapat mendeteksi keberadaan kendaraan bermotor. Sementara pengemudi cukup menggunakan kartu prabayar. ”Saat ini masih penggodokan. Pertengahan tahun sudah mulai diujicobakan,” imbuhnya.