Satu Varian Jamu Rp 15 Juta, Madu Rp 20 Juta

Menyingkap Dugaan Jual Beli Perizinan di Balai POM

177
OPERASI MAKANAN: Balai POM, Disperindag Pemprov Jateng, aparat kepolisian saat operasi makanan ringan untuk Parcel di Toserba Lottemart, beberapa waktu lalu. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPERASI MAKANAN: Balai POM, Disperindag Pemprov Jateng, aparat kepolisian saat operasi makanan ringan untuk Parcel di Toserba Lottemart, beberapa waktu lalu. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPERASI MAKANAN: Balai POM, Disperindag Pemprov Jateng, aparat kepolisian saat operasi makanan ringan untuk Parcel di Toserba Lottemart, beberapa waktu lalu. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPERASI MAKANAN: Balai POM, Disperindag Pemprov Jateng, aparat kepolisian saat operasi makanan ringan untuk Parcel di Toserba Lottemart, beberapa waktu lalu. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Pengurusan perizinan di Balai POM untuk produk makanan, obat-obatan dan lainnya, sudah diatur jelas tentang tata cara maupun biayanya. Namun, banyak oknum Balai POM yang memanfaatkan peluang tersebut dengan melakukan jual beli perizinan yang harganya jadi belasan hingga puluhan juta. Tentunya sangat memberatkan masyarakat yang sedang memulai usaha.

SAAT ini persaingan tenaga kerja semakin ketat, menyusul diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau Pasar Bebas ASEAN. Namun, tidak semua pegawai lembaga negara peduli dengan kesulitan masyarakatnya.

Sebagaimana yang dirasakan peracik jamu yang sedang mengembangkan produk jamu kreativitasnya. Sebut saja namanya JR, merasa terganjal dalam mengembangkan usaha jamu tradisional tersebut. Lantaran menjadi salah satu korban yang kesulitan mengurus perizinan di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Semarang. Saking sulitnya prosedur dan mahalnya biaya pengurusan.

”Izin Balai POM sangat mahal. Kalau saya, jelas rak ngangkat to Mas, (kalau saya, jelas tidak kuat membayar Mas, Red),” kata peracik jamu tradisional dan terapis ternama di Semarang, saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (3/1) kemarin.